<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>really-simple-ssl</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6131</b><br />
<br />
<b>Notice</b>:  Function _load_textdomain_just_in_time was called <strong>incorrectly</strong>. Translation loading for the <code>wordpress-seo</code> domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the <code>init</code> action or later. Please see <a href="https://developer.wordpress.org/advanced-administration/debug/debug-wordpress/">Debugging in WordPress</a> for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-includes/functions.php</b> on line <b>6131</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Admin/Standalone.php</b> on line <b>95</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/src/conditionals/third-party/elementor-edit-conditional.php</b> on line <b>22</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  Constant FILTER_SANITIZE_STRING is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/src/conditionals/third-party/elementor-edit-conditional.php</b> on line <b>28</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<br />
<b>Deprecated</b>:  filter_input(): Passing null to parameter #4 ($options) of type array|int is deprecated in <b>/home/retnowulupi/public_html/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Util/Input.php</b> on line <b>64</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspiration Archives - hipnoterapis klinis Jakarta timur</title>
	<atom:link href="https://retnowulupi.com/category/inspiration/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://retnowulupi.com/category/inspiration</link>
	<description>Hipnoterapi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 May 2021 05:39:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2022/11/cropped-WhatsApp-Image-2022-10-28-at-07.48.10-32x32.jpg</url>
	<title>Inspiration Archives - hipnoterapis klinis Jakarta timur</title>
	<link>https://retnowulupi.com/category/inspiration</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KASIH SAYANG MENGHILANGKAN RASA TAKUT</title>
		<link>https://retnowulupi.com/171-kasih-sayang-menghilangkan-rasa-takut.html</link>
					<comments>https://retnowulupi.com/171-kasih-sayang-menghilangkan-rasa-takut.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[webmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 May 2021 07:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://retnowulupi.com/?p=171</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/171-kasih-sayang-menghilangkan-rasa-takut.html">KASIH SAYANG MENGHILANGKAN RASA TAKUT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="et_pb_section et_pb_section_0 et_section_regular" >
				
				
				
				
				
				
				<div class="et_pb_row et_pb_row_0">
				<div class="et_pb_column et_pb_column_4_4 et_pb_column_0  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_module et_pb_text et_pb_text_0  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_text_inner"><p style="text-align: justify;"><!-- divi:paragraph -->Setelah semalam mengikuti kelas “Cara Mudah Menulis” bersama Trinity, daring melalui aplikasi Zoom. Pagi ini saya mencoba untuk mempraktikan apa yang telah saya pelajari. Ingatan saya tertuju pada kata-kata Mbak Trinity, bahwa jika ada ide untuk menulis, maka langsung saja di tangkap. Tulis ide tulisan tersebut di buku atau HP dengan membuat catatan-catatan kecil. Jujur saya juga baru menulis kembali. Seperti Mbak Trinity, waktu kecil saya juga suka menulis di diary. Menuliskan perasaan dan pemikiran dalam kehidupan sehari-hari saya. Menulis di diary yang sifatnya tertutup, hanya untuk dibaca untuk diri sendiri ataupun dibaca oleh orang lain yang saya ijinkan, tentunya berbeda dengan menulis untuk di media sosial yang pastinya akan dibaca oleh orang lain. Tapi saya siap untuk memulainya. Pastilah, kalau tidak saya tidak akan mengikuti kelas menulis, hehehe. Seperti kata pepatah, saat murid siap, guru akan muncul dengan sendirinya.Lanjut ke tulisan saya ya, yang bercerita tentang keseharian saya. Ide yang tertangkap oleh saya kali ini adalah mengenai cinta saya kepada anak-anak saya dan suami. Pagi ini anak saya yang paling cantik sendiri, yaitu Emma, bangun tidur dengan kondisi yang tidak nyaman. Sebelum subuh, Emma terbangun. Saya bisa merasakan kegelisahan pada dirinya. Udara dikamar terasa dingin oleh AC, namun terasa ada keringat di dahi Emma. Wajahnya seperti mau menangis, kedua matanya terlihat masih mengantuk. Emma menuju ke tempat tidur saya, minta dipeluk. Saya tahu ada sesuatu yang menyebabkan Emma gelisah sehingga minta dipeluk. Emma lalu memilih tidur di sebelah saya dalam posisi memiringkan tubuhnya ke arah kiri. Emma mengulurkan tangannya, meminta saya untuk melingkarkan tangan saya ke pinggangnya. Sambil melingkarkan tangan, saya mengganjal kedua sisi tubuhnya dengan guling, satu sisi di sebelah saya, dan lainnya di depan tubuhnya. Ini adalah posisi yang nyaman untuknya sedari kecil. Emma sudah terbiasa dengan posisi ini, posisi saat Emma menyusu ASI. Sayapeluk</p>
<p><!-- /divi:paragraph --></p>
<p><!-- divi:paragraph -->Emma sambil memberikan perasaan sayang. Mengusap tubuhnya sesekali, untuk membuat Emma nyaman. Saya pun mulai merasakan Emma tertidur pulas. Perasaan hangat saya berikan kepadanya, saya pun tertidur.Terdengar suara orang mengaji di masjid dekat rumah, menandakan akan memasuki waktu subuh. Saya terbangun, saya melihat Emma masih tertidur di samping saya. Saya dan suami keluar dari kamar kami. Saat suami sudah selesai untuk wudhu, akan memulai sholat subuh, suami membangunkan anak-anak kami. Selesai sholat subuh, Emma yang masih sedikit mengantuk, mendekati saya, menempelkan lengan kanannya ke tubuh saya, dan meminta untuk dipeluk</p>
<p><!-- /divi:paragraph --></p>
<p><!-- divi:paragraph -->. Saya yang tadinya mau membaca buku, mengurungkan niat saya. Saya melihat wajahnya, sambil membentangkan kedua tangan saya, merengkuhnya ke dalam pelukan saya.Melihat kakak dipeluk, Ghani anak kedua kami juga ikut minta dipeluk. Emma meminta saya untuk hanya memeluknya saja. Emma berkata, “Mama, sama Emma aja, Emma semalam mimpi buruk, tapi ga ingat mimpinya apa”. Saya pun memberi pengertian dan perasaan kasih sayang ke Ghani, bahwa kakaknya semalam mimpi buruk, sehingga ingin bersama saya. Ghani berkata kepada saya, ia ingin menonton tv saja.Saya bisa fokus ke Emma untuk memberikan rasa aman, kasih sayang, dan kehangatan melalui pelukan. Emma sudah besar sekarang. Tinggi badannya hanya kurang beberapa senti dengan saya. Emma memanjangkan kakinya, dalam posisi tidur, sambil memeluk saya. Saya mengusap tubuhnya sambil menyanyikan lagu saat ia kecil berjudul “Topi Saya Bundar”. Saya berkata dengan tersenyum padanya, “Emma waktu kecil pas nyanyi lagu ini, bilangnya Topi Saya Bunda loh”. Emma ikut tersenyum, kami jadi tertawa bersama. Emma memeluk saya semakin erat. Saya menghabiskan beberapa menit bersamanya. Mengirimkannya perasaan hangat. Terlihat wajahnya sudah segar dan cerah kembali. Setelah merasa nyaman, Emma melepaskan pelukannya. Saya menatapnya dengan penuh kasih sayang, bertanya padanya, apakah Emma sudah merasa nyaman? Sudah jawabnya. Lalu saya mencium keningnya sebanyak 3x, setelah itu membisikkan di telinga kanannya bahwa Emma adalah anak yang berharga. Emma mengiyakan, lalu bergabung dengan adik-adiknya menonton tv.Saya teringat kemarin siang, adiknya yang paling kecil berusia 3 tahun, bernama Kevin, bangun dari tidur siang dalam keadaan tidak nyaman juga. Darimana saya tahu Kevin tidak nyaman? Kevin bangun dari tidurnya sambil menangis dan memanggil-manggil saya. Saya yang mendengar suaranya bergegas masuk ke kamar, saya melihat Kevin masih dalam posisi tiduran di kasur, wajahnya memerah. Saya menyamakan posisi tubuh saya dengannya. Kevin memeluk saya sambil berkata, “Mama temenin aku”. Saya menemaninya. Terlihat Kevin masih gelisah, mengerakkan-gerakan tangannya, membalik-balik tubuhnya di kasur, mengganti posisi tubuhnya ke kanan ke kiri. Masih belum tenang, kemudian Kevin meminta untuk di gendong. Saya menggapai kedua lengannya, di bawah bagian ketiak, merengkuhnya di dalam gendongan saya. Kepalanya bersebelahan dengan kepala saya. Kevin menyandarkan kepalanya ke bahu saya. Sambil saya bangkit dari posisi duduk ke posisi berdiri. Memeluk Kevin, menggendongnya dengan tangan saya, sambil memberikan perasaan sayang, untuk menenangkannya. Saya dapat merasakan Kevin menjadi tenang, nyaman, tangisnya berhenti, wajah dan tubuhnya mulai rileks. Saya tunggu beberapa saat sampai Kevin benar-benar tenang. Sudah tenang, Kevin meminta turun dari gendongan dan mengajak saya ke meja makan.Terkadang, anak merasa cemas, merasa takut dalam tidurnya, dan dapat terbangun dengan membawa perasaan itu. Entah itu karena mimpi buruk, atau merasa tidak nyaman saat main dengan temannya, saat di sekolah, perasaan itu mereka bawa dalam tidurnya. Namun, dengan bantuan orang tua yang responsif dan penuh kasih sayang. Anak-anak bisa melewatinya, perasaan tidak nyaman itu menjadi hilang, digantikan dengan perasaan aman, hangat dan kasih sayang dari orang tuanya. Saya pun merasa bersyukur, anak-anak dekat dengan saya, saya bisa memberikan perasaan sayang saya ke anak-anak melalui pelukan. Anak-anak bisa merasakan kehadiran saya di dalam dirinya. Membuat hati kami terhubung, dekat satu sama lainnya. Tali kasih yang terhubung di hati kami, membuat rasa takut dan cemas menghilang, yang ada adalah perasaan aman, kasih sayang dan kedekatan emosional.Inilah cerita yang dapat saya bagikan kepada teman-teman kelas “Cara Mudah Menulis” bersama Trinity di Instagram. Butuh waktu hampir seharian untuk saya menulis, membacanya kembali, dan mengeditnya. Puas sekali rasanya. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, semoga tulisan saya bisa menginspirasi.</p>
<p><!-- /divi:paragraph --></p>
<p><!-- divi:image {"id":2991,"width":663,"height":506} --></p>
<figure class="wp-block-image is-resized" id="attachment_2991"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2021/03/gambar-300x229.jpg" alt="Kasih Sayang Menghilangkan Rasa Takut" class="wp-image-2991" width="663" height="506" /></p><figcaption>Kasih Sayang Menghilangkan Rasa Takut</figcaption></figure>
<p><!-- /divi:image --></p></div>
			</div>
			</div>
				
				
				
				
			</div>
				
				
			</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/171-kasih-sayang-menghilangkan-rasa-takut.html">KASIH SAYANG MENGHILANGKAN RASA TAKUT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://retnowulupi.com/171-kasih-sayang-menghilangkan-rasa-takut.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MARHABAN YA RAMADHAN</title>
		<link>https://retnowulupi.com/165-marhaban-ya-ramadhan.html</link>
					<comments>https://retnowulupi.com/165-marhaban-ya-ramadhan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[webmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 May 2021 07:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://retnowulupi.com/?p=165</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/165-marhaban-ya-ramadhan.html">MARHABAN YA RAMADHAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="et_pb_section et_pb_section_1 et_section_regular" >
				
				
				
				
				
				
				<div class="et_pb_row et_pb_row_1">
				<div class="et_pb_column et_pb_column_4_4 et_pb_column_1  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_module et_pb_text et_pb_text_1  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_text_inner"><p style="text-align: justify;">Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Istimewa karena di bulan Ramadhan, kita menjalankan ibadah Puasa yang sifatnya wajib dilakukan selama satu bulan penuh. Biasanya dalam melakukan ibadah puasa, kita menahan diri dalam hal makan dan minum, menahan diri dari semua bentuk pikiran dan perasaan negatif. Di bulan Ramadhan kita juga di anjurkan untuk sering berbuat baik dan bersedekah. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita diberi kesempatan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru ataupun membangun kebiasaan baik seperti melatih kesabaran dan menimbulkan rasa syukur di dalam diri.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita memikirkan suatu pikiran, pikiran tersebut menyebabkan reaksi kimia yang menghasilkan perasaan atau emosi. Contohnya jika kita memiliki pikiran yang menakutkan, pikiran tersebut akan memunculkan perasaan takut. Perasaan takut mempengaruhi pikiran-pikiran yang lebih menakutkan dan pikiran-pikiran yang menakutkan itu memicu pelepasan kimiawi di otak dan tubuh yang membuat terus merasa lebih takut. Terjadi lingkaran dimana pikiran menciptakan perasaan dan perasaan menciptakan pikiran.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Semakin sering kita mengulang sebuah pikiran, perasaan, dan pengalaman, maka semakin banyak neuron di otak yang bekerja dan saling terhubung. Jadi jika kita memikirkan dan mengalami perasaan yang sama setiap hari. Perasaan dan pikiran tersebut akan menjadi sebuah pola atau kebiasaan didalam diri. Seperti rerumputan yang sering dilewati, akan membuat rumput menjadi mati sehingga menjadi jalan setapak. Begitupun pikiran dan emosi sehari-hari yang kita rasakan. Bila emosi yang sering dirasakan adalah emosi takut atau marah, maka emosi tersebut akan menjadi kondisi otomatis tubuh. Dan pada saat tubuh kita tidak mengalami emosi marah atau takut tersebut. Tubuh akan memintanya, tubuh seperti mengalami kecanduan, yang di sebut kecanduan emosi. Makanya ada orang yang bilang, kalau ga marah-marah, ga puas. Orang itu mengalami kecanduan emosi marah.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengubah keadaan tersebut, yaitu dari mengalami emosi negatif seperti marah, rasa takut, rasa bersalah, stress, menjadi perasaan cinta, berkelimpahan dan syukur. Kita harus mengubah cara berpikir dan kebiasaan kita. Di perlukan waktu 30 hari untuk mengubah cara berpikir dan perasaan. Menjalankan ibadah selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan dengan khusuk, dapat membantu mengubah kebiasaan lama. Lalu dengan niat dan tujuan mengaplikasikan kebiasaan baru yang ingin di tanamkan, misalnya sholat tahajud lalu penuhi diri dengan rasa syukur. Kita dengan penuh kesadaran melakukan perubahan didalam pikiran dan perasaan, dari pikiran dan perasaan negatif menjadi pikiran sabar, tenang, dan perasaan damai, bahagia dan penuh syukur.</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.<br />Salam Hangat,<br />Retno Wulupi, C.Ht®<br />Hipnoterapis Klinis</p>
<p></p></div>
			</div>
			</div>
				
				
				
				
			</div>
				
				
			</div><p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/165-marhaban-ya-ramadhan.html">MARHABAN YA RAMADHAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://retnowulupi.com/165-marhaban-ya-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMAAFKAN</title>
		<link>https://retnowulupi.com/158-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-memaafkan.html</link>
					<comments>https://retnowulupi.com/158-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-memaafkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[webmaster]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 May 2021 07:40:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://retnowulupi.com/?p=158</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/158-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-memaafkan.html">KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMAAFKAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="et_pb_section et_pb_section_2 et_section_regular" >
				
				
				
				
				
				
				<div class="et_pb_row et_pb_row_2">
				<div class="et_pb_column et_pb_column_4_4 et_pb_column_2  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_module et_pb_text et_pb_text_2  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light">
				
				
				
				
				<div class="et_pb_text_inner"><p></p>
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="473" src="https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2021/05/memaafkan-1024x473.jpg" alt="" class="wp-image-159" srcset="https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2021/05/memaafkan-1024x473.jpg 1024w, https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2021/05/memaafkan-980x453.jpg 980w, https://retnowulupi.com/wp-content/uploads/2021/05/memaafkan-480x222.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>
<p></p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin dari pagi hingga sore, saya bersama keluarga (Om, Tante, dan Sepupu) melakukan ziarah kubur ke makam almarhum bapak dan kakak. Melihat tanggal yang tertera di nisan, bapak dan kakak saya meninggal di usia yang menurut saya masih muda. Muncul pertanyaan dalam diri saya, di dalam kehidupan ini, apakah saya sudah menjalaninya dengan baik, menjalaninya dengan pikiran tenang, hati damai dan bahagia. Saya diberikan kehidupan oleh Pemilik Hidup, apakah saya sudah menjalaninya dengan benar-benar hidup ?Semasa hidup ini, dalam berinteraksi dengan keluarga dan teman, tentunya terkadang ada cara pandang yang berbeda. Cara pandang yang berbeda tanpa adanya pengertian dapat menyebabkan ego yang merasa diri benar, rasa takut ataupun rasa bersalah. Akibatnya dapat mendatangkan permasalahan dalam hubungan dengan orang lain. Masalah yang terjadi dalam hubungan interaksi didalam keluarga atau pun dengan orang lain, sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah, yaitu dengan memaafkan dan silaturahmi.Memaafkan terlepas dari penghakiman, kemarahan, aku salah kamu benar atau sebaliknya kamu benar aku salah. Memaafkan bukan sebagai bentuk superioritas terhadap yang lain, bahwa dia sedang murah hati atau sabar atau menderita, atau menjadikan pelaku sebagai orang bersalah dan meminta pelaku melakukan penebusan dosa. Memaafkan di sini adalah untuk membebaskan diri, dari kesalahpahaman asumsi diri terhadap orang lain maupun asumsi terhadap diri sendiri.Memaafkan adalah kebutuhan untuk mengakhiri sangkaan kepada orang lain dan dirinya sendiri. Orang yang memaafkan adalah orang yang mengampuni pikiran negatif dan tindakan tanpa cinta yang ia simpulkan ke orang lain ataupun dirinya. Memaafkan berarti mengubah pikiran negatif menjadi tindakan cinta. Jelas di sini bahwa memaafkan adalah untuk kepentingan diri sendiri.Jadi kapan waktu yang tepat untuk memaafkan? Jawabannya adalah sekarang. Bagaimana kalau belum bisa memaafkan? Memaafkan akan lebih efektif bila dilakukan di Pikiran Bawah Sadar. Namun, tentunya dengan niat untuk kebaikan diri sendiri, akan ada jalan untuk memaafkan dengan mudah. Banyak cara untuk memaafkan, misalnya dengan merilekskan pikiran, membayangkan kembali situasi atau orang yang membuat kita merasa tidak nyaman, lalu meniatkan untuk memaafkan orang tersebut. Bagaimana bila masih belum bisa untuk memaafkan? Bila masih belum bisa, berarti emosi negatif yang muncul “dikarenakan” situasi atau orang, masihlah belum ternetralisir, sehingga kita perlu untuk menetralisir emosi negatif tersebut. Caranya bagaimana menetralisir emosi negatif? Salah satu caranya adalah datang ke Hipnoterapis.Sebelum kita tutup usia ataupun orang yang kita kenal mendahului kita, dengan sikap memaafkan dan mengikhlaskan, kita tidak menjadi korban dalam suatu masalah, melainkan mengambil tanggung jawab atas kehidupan untuk menjadi damai di dalam diri. Melalui memaafkan kita bisa menghentikan siklus rasa bersalah, kemarahan, ketakutan dan memandang diri kita sendiri dan orang lain dengan cinta kasih.Jakarta, 29 Maret 2021Salam HangatRetno Wulupi C.Ht ®</p>
<p></p></div>
			</div>
			</div>
				
				
				
				
			</div>
				
				
			</div><p>The post <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com/158-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-memaafkan.html">KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMAAFKAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://retnowulupi.com">hipnoterapis klinis Jakarta timur</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://retnowulupi.com/158-kapan-waktu-yang-tepat-untuk-memaafkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
